Posts

Showing posts from October, 2019

Esai tentang pernikahan dini

Pernikahan Dini dalam Berbagai Perspektif Sangat memprihatinkan kalau kita melihat pernikahan usia dini di Indonesia. Berbagai data membuktikan angka pernikahan dini di Indonesia relatif tinggi. Menjadi tidak terkontrol dan fenomenal. Sebagai pelaku nikah dini remaja termasuk dalam golongan usia seseorang yang sangat menarik untuk dikaji. Karena remaja bukanlah dari bidang hukum alias belum cakap hukum. Melainkan berasal dari bidang ilmu-ilmu sosial lainnya seperti antropologi, sosiologi, psikologi, dan pedagogi (ilmu pendidikan). Seorang remaja tidak lagi disebut anak kecil, tetapi belum juga dapat dianggap sebagai orang dewasa. Maka dalam hal ini terdapat peraturan yuridis untuk menentukan batas usia minimum dalam pelaksanaan perkawinan atau pernikahan. Dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 ayat (2), yakni usia nikah seseorang 21 tahun, apabila dibawah 21 tahun maka harus mendapatkan izin dari kedua orang tua. Adapun Bagi pria yang belum berumur 19 tahun dan wanita b...

Artikel toleransi dan pluralisme di Indonesia

Toleransi dan Pluralisme di Indonesia Istilah toleransi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia sebagai manusia Pancasilais, ideologi yang bukan teokratis, sekularisme, komunisme, liberalisme. Toleransi secara singkat versi KBBI adalah sifat atau sikap toleran, sedangkan toleran berarti meneggang pendirian yang berbeda. Dalam Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mensiasati realita yang ada, UU Pasal 37 Ayat 1 dan 2 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyebutkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan wajib dimuat dalam kurikulum dasar, menengah, tinggi, dimaksud untuk membentuk peserta didik menjadi manusia berkebangsaan dan cinta tanah air sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Tentunya toleransi selayaknya menjadi komponen penting dalam mewujudkan cinta tanah air. Maknanya adalah menjadi sebuah keharusan dan faham betul akan pendidikan ter...

Contoh cerpen singkat

Bayar Waktumu Kriiiiiiiiingggggg... Alarm berbunyi mengagetkan Andi yang baru saja tertidur pulas, setelah baru saja memejamkan mata beberapa jam yang lalu, tidak sampai membuka mata Andi merasa emosi, lalu membungkan telinganya dengan bantal yang dia buat sandaran kepalanya. Dan menggerutu di dalam hatinya. “ Ya ampuuun apaan siih, brisik banget ganggu orang tidur aja, “ Andi merasa terganggu akhiranya dia memalingkan badannya dari sumber suara dan merasa lebih nyaman dengan posisinya sekarang. Sambil menekan bantal dari masing-masing ujungnya dengan kedua tangannya yang teramat kaku dan kasar itu. Setelah sekian lama merasa nyaman tantram tanpa bisingan suara alarm itu, kedua tangan andi semakin melemas tanpa daya, tanpa gaya. Sedikit demi sedikit bantal yang awalnya sebagai penutup telingnya kemudian mulai mekar melebar nan bercerai. Dan suasana semakin hiruk tatkala beradu antara kenyamanan dan keterkekangan, membuat telinga terbising, hati ombang-ambing, hidung berdesah, mat...