Posts

Hakikat Peringatan Maulid Nabi

  Peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Peringatan Maulid Nabi, pertama kali dilaksanakan oleh  khalifah Mu’iz li Dinillah, salah seorang khalifah dinasti Fathimiyyah di Mesir yang hidup pada tahun 341 Hijriyah. Kemudian sampai ke Indonesia atas jasa Salahuddin Al Ayyubi Khalifah dari dinasti Abbasiah. Salahuddin Al-Ayyubi ingin agar peringatan Maulid Nabi menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan semangat juang, bukan sekadar peringatan maulid biasa. Salah satu kegiatan yang dilakukan Salahuddin Al-Ayyubi pada peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan pertama kalinya pada tahun 1184 M/580 H adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dalam bentuk syair yang indah. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti sayembara tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far al-Barzanji. Karyanya yang dikenal seb...

Toleransi dan Pluralisme di Indonesia

  Toleransi dan Pluralisme di Indonesia Istilah toleransi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia sebagai manusia Pancasilais, ideologi yang bukan teokratis, sekularisme, komunisme, liberalisme. Toleransi secara singkat versi KBBI adalah sifat atau sikap toleran, sedangkan toleran berarti meneggang pendirian yang berbeda. Dalam Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mensiasati realita yang ada, UU Pasal 37 Ayat 1 dan 2 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyebutkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan wajib dimuat dalam kurikulum dasar, menengah, tinggi, dimaksud untuk membentuk peserta didik menjadi manusia berkebangsaan dan cinta tanah air sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.  Tentunya toleransi selayaknya menjadi komponen penting dalam mewujudkan cinta tanah air. Maknanya adalah menjadi sebuah keharusan dan faham betul akan pendi...

Preferensi Konsumsi Keluarga Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Kelurahan Tuwang, Karanganyar, Demak)

  Preferensi Konsumsi Keluarga Perspektif  Ekonomi Islam (Studi Kasus di Kelurahan Tuwang, Karanganyar, Demak) Ahmad Sadam  Husen e-mail: sadamhusen_1802016108@student.walisongo.ac.id Abstract Consumption in Islam is taught to In order for humans to consume their revenues or possessions for balance between the world and the eternity. Because  in fulfilling their life needs, humans cannot escape from consumption activities. Especially in Islam family is not merely an activity to fulfill material needs, but includes the fulfillment of spiritual aspects, namely worship to Allah SWT. It is family consumption preference still over consumption or israf, but there are some Moslem families suitable to consumption preference in Islam, and there is other factor influencing consumption preference which is social environment. This research is field research using descriptive qualitative approach. his study aims to determine the consumption preferenc...

Kumpulan Makalah Ushul Fiqh I

RPS Ushul Fiqh Download Metodologi Pengistinbathan Hukum Download Objek Kajian Ilmu Ushul Fiqh Download Al Qur'an dan as Sunnah Download   Ijma' dan Qiyas Download Istihsan Download Maslahah Mursalah Download Urf Download Istishab Download Syar'u man qoblana Download Ahkam al-syar'iyah Download Qawaid Al ushuliyah al-Lughowiyah Download Qawaid Al ushuliyah at-tasyri'iyah Download

Agraria Tentang Tanah Terlantar (Essay)

Download

Esai tentang pernikahan dini

Pernikahan Dini dalam Berbagai Perspektif Sangat memprihatinkan kalau kita melihat pernikahan usia dini di Indonesia. Berbagai data membuktikan angka pernikahan dini di Indonesia relatif tinggi. Menjadi tidak terkontrol dan fenomenal. Sebagai pelaku nikah dini remaja termasuk dalam golongan usia seseorang yang sangat menarik untuk dikaji. Karena remaja bukanlah dari bidang hukum alias belum cakap hukum. Melainkan berasal dari bidang ilmu-ilmu sosial lainnya seperti antropologi, sosiologi, psikologi, dan pedagogi (ilmu pendidikan). Seorang remaja tidak lagi disebut anak kecil, tetapi belum juga dapat dianggap sebagai orang dewasa. Maka dalam hal ini terdapat peraturan yuridis untuk menentukan batas usia minimum dalam pelaksanaan perkawinan atau pernikahan. Dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 ayat (2), yakni usia nikah seseorang 21 tahun, apabila dibawah 21 tahun maka harus mendapatkan izin dari kedua orang tua. Adapun Bagi pria yang belum berumur 19 tahun dan wanita b...

Artikel toleransi dan pluralisme di Indonesia

Toleransi dan Pluralisme di Indonesia Istilah toleransi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia sebagai manusia Pancasilais, ideologi yang bukan teokratis, sekularisme, komunisme, liberalisme. Toleransi secara singkat versi KBBI adalah sifat atau sikap toleran, sedangkan toleran berarti meneggang pendirian yang berbeda. Dalam Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mensiasati realita yang ada, UU Pasal 37 Ayat 1 dan 2 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyebutkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan wajib dimuat dalam kurikulum dasar, menengah, tinggi, dimaksud untuk membentuk peserta didik menjadi manusia berkebangsaan dan cinta tanah air sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Tentunya toleransi selayaknya menjadi komponen penting dalam mewujudkan cinta tanah air. Maknanya adalah menjadi sebuah keharusan dan faham betul akan pendidikan ter...